Makna Peringatan Hari Musik Nasional


MediaDangdut,Com – Musik bukanlah sesuatu yang asing bagi siapapun. Ya, siapapun – baik yang kurang mengerti apa itu genre, apa itu alat musik, atau bahasa-bahasa musik, pasti pernah mengenal musik. Dengan beragam alunan nada, musik memang sudah mendarah daging bagi setiap insan. Entah itu pecinta musik sejati ataupun hanya penggemar dan pendengar musik saja. Tapi, apa Anda tahu apa itu Hari Musik?

Tepat dua hari yang lalu, masyarakat Indonesia juga memperingati Hari Musik Nasional (HMN). 10 tahun yang lalu, mantan Presiden Megawati Soekarno Putri menetapkan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Ini bukan sekedar untuk merayakan hari lahirnya pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Wage Rudolf Supratman. Lalu, apa makna dibalik peringatan hari tersebut?

Itu juga bukan harinya konser besar, bukan pula untuk memilih siapa musisi terbaik yang pernah ada. Tapi hari itu adalah hari untuk kita sadar diri bahwa betapa pentingnya menghargai hasil karya dari musisi.

Sekedar kilas balik, pencanangan Hari Musik Nasional digagas dari keprihatinan musisi nasional atas maraknya pembajakan yang dilakukan terhadap karya mereka. Pembajakan di Indonesia sendiri sudah sangat memprihatinkan dengan angka yang di luar dugaan. Di tahun 2003, penjualan karya musisi turun drastis hingga tersisa 20%, sementara pembajakan naik hingga 600%. Waktu itu, Indonesia bahkan telah ‘berhasil’ menduduki peringkat pertama negara yang melakukan pembajakan di seluruh dunia. OMG!!!

Dari situlah Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) merasa harus melakukan sesuatu. Industri yang seharusnya menjadi jembatan antara karya dan ‘penghargaan’ yang layak diterima musisi serasa dicederai. Pembajakan yang merajalela sudah patut untuk dikurangi – jika memang mustahil dibinasakan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Apa yang sudah kita jalani selama 10 tahun ini?

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Apa yang sudah kita jalani selama 10 tahun ini?

Coba lihat lagi dalam diri masing-masing. Tapi sebelumnya, kita harus paham dulu mengenai hal moral dan ekonomi sebuah karya dalam musik dan lagu.

Musisi tidak akan berhasil tanpa pendengar. Musisi tak akan bertahan tanpa industri. Hanya kita yang bisa, karena sesungguhnya tiang utama tegaknya sistem di bidang hak cipta ditopang oleh masyarakat atau lagu itu sendiri.

10 tahun berlalu musik Indonesia tetap butuh dukungan Anda. Hanya kita… yang bisa menolong industri musik negeri ini. Jangan ada lagi tuntutan yang membuat karya anak bangsa terpaksa ‘berkhianat’ atas genre musiknya lantaran terpaksa ‘jualan’. Hentikan ‘pemerkosaan’ terhadap genre musik tertentu yang mengakibatkan turunnya karya musisi kita. Serukan musikmu dengan lantang, karena kebebasan bermusik ada di tangan kita sendiri.

Dikutip dari : (kpl/boo)

Azizah Yulliyani

Azizah Yulliyani

Reporters at Media Dangdut Indonesia
I'm supported dangdut music to be known of the world
Azizah Yulliyani

Anda mungkin juga suka berita ini

Berita Lainnya Berita

Info Menarik Lainnya