Musik Dangdut Koplo Menurut Perspektif Etnometodologi


Musik Dangdut Koplo Menurut Perspektif Etnometodologi
Musik Dangdut Koplo Menurut Perspektif Etnometodologi

Media Dangdut Indonesia – Munculnya musik dangdut koplo di tengah-tengah masyarakat khususnya Pantura, memang tidak lepas dari faktor sosialnya. Perlu kiranya untuk mengkaji lebih jauh lagi tentang dangdut koplo dengan pendekatan etnometodologi.

Secara garis besar etnometodologi adalah analisis terhadap metode-metode yang digunakan manusia untuk merealisasikan kegiatan sehari-harinya. Pendekatan ini tepat karena dangdut koplo yang muncul dalam masyarakat merupakan bagian dari cerminan sehari-hari masyarakat, khususnya di wilayah Pantura.

Dalam konteks historis dan geografis Pantura, yang membentang dari Banten hingga sampai Surabaya, merupakan pelabuhan-pelabuhan besar yang digunakan untuk perdagangan, perikanan maupun pelayaran antar pulau.

Jadi tidak heran jika sampai sekarang Pantai Utara Jawa lebih ramai dari Pantai Selatan. Selain itu Pantai Utara, sejak zaman penjajahan Belanda sudah mempunyai jalan raya yang disebut jalur pantura, yang sampai sekarang masih ramai karena merupakan satu-satunya akses yang dapat dilalui dengan mudah antara ujung Jawa Barat dengan ujung Jawa Timur.

Di lihat dari konteks historis-geografis tersebut maka tidak heran jika musik koplo muncul di tengah-tengah masyarakat Pantura. Hiruk-pikuk masyarakat Pantura dalam aktivitas pekerjaanya membuat masyarakat di sana membutuhkan hiburan yang fresh untuk memberikan semangat kerjanya kembali, karena sebagian besar dari mereka adalah pekerja keras.

Faktor-aktor tersebutlah yang mendorong seniman Pantura untuk selalu berinovasi untuk menciptakkan hiburan yang menarik yang dapat dijangkau oleh masyarakat.

Dangdut awal muncul di awal dekade 1960-an, dan hampir empat puluh tahun kemudian di tahun 2003 dangdut koplo muncul kepermukaan bersamaan dengan munculnya Inul Daratista sebagai penyanyi dangdut koplo yang fenomenal.

Inul Daratista
Inul Daratista

Dangdut koplo muncul dengan goyangannya yang sensual, penyanyi cantik dan ritme musiknya keras membuat jenis musik ini dengan mudah merambah kafe-kafe dan klub malam, dimana para pengunjung yang hadir tidak sedikit dari kalangan kelas menengah ke atas.

Hampir satu dekade sejak Inul muncul kita masih bisa merasakan pengaruh musik koplo dengan hits terbesar seperti “Cinta Satu Malam” yang dinyanyikan oleh Melinda menjadi salah satu lagu dangdut paling laris pada tahun 2010 mengisi layar televisi dan telepon seluler.

Fenomena Ayu Ting Ting adalah keluaran terakhir dari tradisi dangdut koplo dan jika anda sekarang melihat Ayu Ting Ting ada di arus utama industri hiburan Indonesia, itu tidak hanya menunjukkan bahwa dangdut koplo telah naik kelas dari genesis kelas pekerja yang hiruk pikuk penuh keringat di Pantura Jawa, namun juga telah lulus menjadi produk budaya masa yang mewakili zamannya.

Rozzy

Rozzy

Reporters at Media Dangdut Center
Kalau dengar musik dangdut itu rasanya ingin bergoyang.
Rozzy

Anda mungkin juga suka berita ini

Berita Lainnya Berita

Info Menarik Lainnya