Antara Musik Dangdut Dan Kampanye Di Indonesia


Musik Dangdut Dan Kampanye
Musik Dangdut Dan Kampanye
MediaDangdut.ComMusim kampanye merupakan salah satu momen yang ditunggu para penyanyi dangdut. Para penyanyi dangdut menunggu kecipratan berkah dari musim kampanye ini. Kehadiran mereka bukan aja untuk menggoyang ribuan pendukung para calon pemimpin. Meraup banyak pundi-pundi di saat masa kampanye menjadi target para penyanyi dangdut.

Adanya musik dangdut dan kampanye partai politik maupun calon pemimpin di Indonesia sudah menjadi simbiosis mutualisme. Karena keduanya sudah saling membutuhkan. Pedangdut mampu membuat massa ramai, dan partai politik atau calon pemimpin sangat membutuhkan massa untuk didengar visi misinya.

“Itu sebenarnya musik dan para penyanyi dangdut, cara menghadirkan konstituen, karena tidak mudah menghadirkan konstituen. Tetapi kalau ada dangdut masyarakat banyak akan sekali,” kata pengamat sosial Musni Umar kepada merdeka.com, Jumat lalu.

Walau mampu membuat suasana meriah dan mendatangkan ribuan massa, adanya penyanyi dangdut selama kampanye belum sepenuhnya efektif. Alasannya, kata dia, masih banyak masyarakat berpendidikan rendah juga menyulitkan para calon pemimpin sampaikan programnya.

Dan akibat rendahnya pendidikan masyarakat berdampak pada tujuan massa kampanye. Musni meyakini, hampir kebanyakan mereka hadir bukan demi mendengar ocehan para kandidat calon pemimpin melainkan hiburannya. Bahkan massa bakal lebih ramai bila mendapat bingkisan usai hadiri kampanye.

“Mereka lebih senang datang ke kampanye itu untuk hiburannya, jadi tidak mempedulikan apa kata kandidat,” jelasnya.

Dia menyarankan para calon wakil rakyat ke depannya lebih menonjolkan kampanye dengan mendatangi langsung konstituen. Cara ini dianggap cukup efektif dibanding menghadirkan massa di tengah lapang.

Keuntungannya, para kandidat tentu bisa bertatap muka sekaligus mendengar keluhan para konstituen. Kesempatan bertemu langsung ini juga bisa menjadi ajang penjelasan visi misi lebih detil kepada rakyat.

Memasuki bulan Desember, para penyanyi dangdut dipaksa lebih keras untuk “menggoyang”. Adanya program nasional Pilkada Serentak pada 9 Desember 2015 nanti, memaksa mereka menguras energi lebih banyak. Hasilnya pun bakal sebanding.

Grup dangdut 3 Kucing menjadi salah satu pemusik dangdut kecipratan berkah kampanye. Jelang masa akhir kampanye Pilkada Serentak, mereka bakal sibuk mengguncang di beberapa kota.

“Nanti tanggal 3 Desember, 3 Kucing akan mengisi acara kampanye akbar di Manado dan tanggal 5 Desember-nya kampanye akbar di Kutai Barat,” ucap Eko Al Suwari saat dihubungi wartawan.

Grup dangdut ini menjanjikan tidak hanya membuat asyik masyarakat dengan nyanyian dan goyangan. Mereka juga mempunyai misi menjadi duta bagi pesta demokrasi dengan cara mengimbau publik agar tidak golput.

“3 Kucing akan hibur masyarakat dan mengajak untuk tidak golput dan memilih calon pemimpin yang benar-benar amanah, jujur dan sikap positif lainnya,” terangnya.

Adam Aw

Adam Aw

Musik dangdut adalah musik asli Indonesia. Sudah sepatutnya kita lestarikan musik asli Indonesia ini.
Adam Aw

Anda mungkin juga suka berita ini

Berita Lainnya Berita

Info Menarik Lainnya