Lia Bulmat Bersama Toniku Ingin Memasyarakatkan Dangdut Lewat Dance Floor

Lia Bulmat Bersama Toniku Ingin Memasyarakatkan Dangdut Lewat Dance Floor
Lia Bulmat

Media Dangdut Indonesia – Nampaknya langkah karir di industri musik dangdut menjadi pilihan terakhir dari perempuan yang jauh sebelumnya pernah berkiprah di dunia modeling, sinetron, dan film. Bahkan demi kepentingan single perdana berjudul Toniku (Tolong Nikahi Aku) ciptaan Sandy Sulung, penyanyi yang aslinya bernama Apriliana, pun berganti menjadi Lia Bulmat.

“Karena nyanyi menjadi duniaku yang baru, jadi sampai nama panggung pun juga baru ya? Kalau Bulmat itu singkatan dari Bulu Mata,” kata pendangdut kelahiran di Jakarta, 24 April 1989.

Lia Bulmat - Tolong Nikahi Aku

Lia Bulmat – Tolong Nikahi Aku

Selanjutnya pilihan melekatkan nama ‘Bulu Mata’ Lia menjelaskan, “Karena kebetulan saya hobi mengumpulkan berpuluh alis bulu mata beraneka bentuk. Jadi apa salahnya kalau saya pakai untuk jati diri dari namaku, Lia Bulmat.”

Menjatuhkan pilihan menjadi penyanyi dangdut, ia akui, seperti merasakan ada magnet tersendiri yang menarik dirinya untuk menjadi penyanyi dangdut dari beberapa kali diajak teman-temannya untuk menghadiri panggung hiburan dangdut.

“Terus selain melihat panggung dangdut, kalau lagi di rumah jadi kerajinan nonton acara teve yang ada musik dangdutnya. Tanpa saya sadari begitu kuatnya magnet dangdut. Makanya saya berpikir kenapa nggak sekalian kecemplung menjadi penyanyi dangdut,” papar Lia yang piawai sebagai DJ (Disc Jockey) sejak tahun 2015 ini.

Sementara terbilang singkat dari proses lahirnya lagu Toniku ini, Lia pun menceritakan, semenjak Sandy Tulung pencipta lagunya, dari menjalani proses rekaman hingga pembuatan videoklip hanya membutuhkan sekitar dua bulan.

“Iya jadi sangat cepat jalannya dengan lagu Toniku yang bulan ini sudah siap edar,” celetuk pedangdut yang mengagumi Iis Dahlia.

Salah satu yang membuat lancarnya dari proses di dapur rekaman, Lia menceritakan, lagu Toniku mempunyai banyak kesamaan dengan kisah nyata perjalanan kisah asmara yang telah berjalan dua tahun. Hanya saja harus berakhir masa pacaran ketika dirinya minta dinikahi.

”Bisa jadi karena liriknya punya banyak kesamaan, sehingga saya dengan mudah untuk menyanyikan lagu Toniku ini,” kelakar perempuan degan tinggi badan 173 cm mengawali lewat modeling di tahun 2014 dengan bermodalkan ilmu yang diberikan Adjie Notonegoro selama 3 bulan itu.

Baginya yang telah merasakan dunia modeling, bermain dalam beberapa sinetron dan film. Pilihan terhadap musik dangdut, Lia membenarkan, kalau dangdut menjadi pilihan terakhir untuk lebih fokus untuk ditekuninya.

“Dangdut musik rakyat, dan mayoritas rakyat Indonesia sangat menggemari musik yang sarat dengan geal-geol ini. Dan di dangdut seperti juga biduan dangdut lainnya, saya pun merasa punya tempat disini,” tutur Lia bersemangat yang tak memiliki goyangan spesifik tatkala berada di atas panggung hiburan.

Bahkan kedepannya sebagai DJ yang jari-jemarinya piawai memainkan turn table, Lia bilang, “Nantinya ingin nyanyi dangdut dengan mengkawinkan sambil nge-DJ. Setidaknya ini satu peluang saya untuk lebih memasyarakatkan musik dangdut lewat dance floor.”



Amelia Pertiwi

Amelia Pertiwi

Penulis at Media Dangdut Indonesia
Musik adalah cerminan dari keindahan atau bahkan keburukan dari dunia ini.
Amelia Pertiwi
Tags: , , ,

Subscribe

Terimakasih sudah berkunjung ke MediaDangdut.Com Portal Dangdut Indonesia. Untuk mendapatkan informasi update terbaru silahkan berlangganan newslatter kami dengan masukkan alamat email Anda dibawah ini.